Thursday, 5 January 2017

PERKEMBANGAN KERAJAAN BERCORAK HINDU-BUDHA DI INDONESIA

Assalamualaikum sobat… kali ini saya akan membahas materi tentang Ilmu Pengetahuan Sosial yang berjudul Perkembangan Kerajaan Bercorak Hindu-Budha di Indonesia.
Untuk mengetahui perkembangan secara singkat nya mari simak materi berikut. Selamat membaca….

PERKEMBANGAN KERAJAAN BERCORAK HINDU-BUDHA DI INDONESIA
Kerajaan yang bercorak hindu-budha di Indonesia di antaranya:
1.       Kerajaan Kutai
Merupakan kerajaan yang pertama bercorak Hindu. Kerajaan ini terletak di tepi sungai Mahakam Kalimantan Timur. Raja pertama yang memimpin kerajaan Kutai adalah Kudungga. Kemudian disusul oleh Asmawarman dan Mulawarman. Peninggalannya berupa prasasti Yupa. Di dalamnya terdapat tulisan yang menggunakan huruf Pallawa dan dengan bahasa Sansekerta.
2.       Kerajaan Tarumanegara
Kerajaan ini terdapat di Jawa Barat. Daerah kekuasaannya meliputi bogor, tanggerang, bekasi, dan DKI Jakarta. Prasasti yang ditinggal kerajaan ini cukup banyak yaitu: Ciaruteun, Bogor, Jambu, Muara Cianten, Tugu, Pasir Awi, dan Banten. Salah satu raja yang terkenal dari kerajaan ini adalah Punawarman.
3.       Kerajaan Sriwijaya
Agama budha merupakan agama resmi Negara. Kerajaan Sriwijaya juga merupakan pusat penyebaran agama ajaran agama Budha di Asia Tenggara. Sriwijaya mencapai masa keemasan pada masa pimpinan Balaputra Dewa.
Pada abad ke-14 kerajaan Sriwijaya runtuh karena banyak serangan dari kerajaan lain seperti kerajaan Cola dari India dan “ekspedisi Pamalayu” dari kerajaan Singosari di Jawa Timur.
4.       Kerajaan Mataram Kuno di Jawa
Kerajaan mataram kuno berdiri pertama kali di Jawa Tengah. Keterangan mengenai kerajaan ini didapatkan dari prasasti Canggal yang ditemukan di daerah Magelang. Di dalam prasasti tersebut terdapat informasi tentang raja Sanjaya yang dikenal merupakan pendiri kerajaan mataram kuno. Peninggalan sejarah yang terpenting dari kerajaan Matarm Kuno adalah candi Prambanan atau candi Roro Jonggrang bercorak Hindu yang dibangun oleh raja Balitung. Pada masa raja Balitung merupakan masa keemasan Mataram Kuno. Serta candi Borobudur yang bercorak Budha terdapat di kabupaten Magelang.
5.       Kerajaan Singosari
Kerajaan ini di dirikan oleh Ken Arok dan mencapai kejayaannya pada masa raja Kertanegara. Pada masa Kertanegara inilah kerajaan Singosari melakukan serangan ke Malaka untuk menguasai selat tersebut yang dikenal dengan Ekspedisi Pamalayu.
Pada masa Singosari lahir kitab Negara Kertagama yang dikarang oleh Mpu Prapanca yang merupakan sumber dari kerajaan Singosari.
6.       Kerajaan Majapahit
Kerajaan Majapahit berhasil dibangun oleh Raden Wijaya yang merupakan salah satu menantu dari Kertanegara. Raden Wijaya berhasil mendirikan kerajaan Majapahit setelah mengalahkan Jayakatwang dan mengusir tentara Mongol dari tanah Jawa.
Kerajaan ini menjadi kerajaan yang besar ketika diperintah oleh Hayam Wuruhyang dibantu oleh seorang mahapatih, yaitu Gadjah Mada. Ketika menjabat sebagai patih, Gadjah Mada pernah mengucap sumpah yang terkenal dengan  Sumpah Palapa (Amukti Palapa). Isi sumpahnya yaitu tekad untuk menyatukan seluruh wilayah Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit. Pada tahun 1400, kerjaan Majapahit runtuh. Ada beberapa hal yang menyebabkan runtuhnya kerajaan besar ini yaitu:
-          Dipecatnya patih Gadjah Mada karena telah mengobarkan perang Bubat
-          Melemahnya kerajaan akibat perang saudara atau Perang Paregreg.
-          Serangan dari kerjaan Islam Demak.

Mungkin itu ulasan singkat dari materi Perkembangan Kerajaan Bercorak Hindu-Budha di Indonesia.
Terimakasih sudah berkunjung. Semoga bermanfaat. Wassalamualaikum…..


MASA PRASEJARAH

Assalamualaikum… pada kesempatan ini saya akan membahas tentang materi Ilmu Pengetahuan Sosial yang berjudul Masa Prasejarah.
Untuk lebih jelasnya mari kita simak artikel berikut. Selamat membaca….

Apa itu masa prasejarah?
            Masa prasejarah yang artinya masa dimana manusia belum mengenal tulisan. Prasejarah manusia adalah masa dimana perilaku dan anatomi manusia pertma kali muncul. Zaman prasejarah berakhir ketika manusia sudah mengenal tulisan, tetapi berakhirnya zaman praasejarah ini pada setiap daerah atau Negara berbeda-beda tergantung pada perkembangan peradaban di daerah tersebut.
            Di Indonesia sendiri zaman prasejarah diperkirakan berakhir ketika berdirinya kerajaan Kutai pada abad ke-5 dengan ditemukannya bukti berupa prasasti yang berbentuk yupa di sungai Mahakam, Kalimantan Timur.
            Karena tidak terdapat peninggalan catatan tertulis dari zaman prasejarah, keterangan mengenai zaman ini diperoleh melalui bidang-bidang seperti paleontologi, astronomi, biologi, geologi, antropologi, arkeologi. Dalam artian bahwa bukti-bukti pra-sejarah hanya didapat dari barang-barang dan tulang-tulang di daerah penggalian situs sejarah.


Ada beberapa zaman yang terjadi ketika masa prasejarah yaitu:

A.Zaman Batu
Zaman Batu terjadi sebelum logam dikenal dan alat-alat kebudayaan terutama dibuat dari batu di samping kayu dan tulang. Zaman batu ini dapat dibagi lagi atas:

Zaman batu tua (Paleolitikum)
Zaman batu tua (palaeolitikum), Disebut demikian sebab alat-alat batu buatan manusia masih dikerjakan secara kasar, tidak diasah atau dipolis. Apabila dilihat dari sudut mata pencariannya periode ini disebut masa berburu dan meramu makanan tingkat sederhana. Pendukung kebudayaan ini adalah Homo Erectus yang terdiri.

Zaman batu tengah (Mesolitikum)
Pada Zaman batu tengah (mesolitikum), alat-alat batu zaman ini sebagian sudah dihaluskan terutama bagian yang dipergunakan. Tembikar juga sudah dikenal. Periode ini juga disebut masa berburu dan meramu makanan tingkat lanjut. Pendukung kebudayaan ini adalah homo sapiens (manusia sekarang), yaitu ras Austromelanosoid (mayoritas) dan Mongoloid (minoritas).

Zaman batu muda (Neolitikum)
Alat-alat batu buatan manusia Zaman batu muda (Neolitikum) sudah diasah atau dipoles sehingga halus dan indah. Di samping tembikar tenun dan batik juga sudah dikenal. Periode ini disebut masa bercocok tanam. Pendukung kebudayaan ini adalah homo sapiens dengan ras Mongoloide (mayoritas) dan ras Austromelanosoide (minoritas).

B.Zaman Logam
Pada zaman Logam orang sudah dapat membuat alat-alat dari logam di samping alat-alat dari batu. Orang sudah mengenal teknik melebur logam, mencetaknya menjadi alat-alat yang diinginkannya. Teknik pembuatan alat logam ada dua macam, yaitu dengan cetakan batu yang disebut bivalve dan dengan cetakan tanah liat dan lilin yang disebut acire perdue. Periode ini juga disebut masa perundagian karena dalam masyarakat timbul golongan undagi yang terampil melakukan pekerjaan tangan. Zaman logam ini dibagi atas:

Zaman tembaga
Orang menggunakan tembaga sebagai alat kebudayaan. Alat kebudayaan ini hanya dikenal di beberapa bagian dunia saja. Di Asia Tenggara (termasuk Indonesia) tidak dikenal istilah zaman tembaga.
Zaman perunggu
Pada zaman ini orang sudah dapat mencampur tembaga dengan timah dengan perbandingan 3 : 10 sehingga diperoleh logam yang lebih keras.
Zaman besi
Pada zaman ini orang sudah dapat melebur besi dari bijinya untuk dituang menjadi alat-alat yang diperlukan. Teknik peleburan besi lebih sulit dari teknik peleburan tembaga maupun perunggu sebab melebur besi membutuhkan panas yang sangat tinggi, yaitu ±3500 °C.
Zaman logam di Indonesia didominasi oleh alat-alat dari perunggu sehingga zaman logam juga disebut zaman perunggu. Alat-alat besi yang ditemukan pada zaman logam jumlahnya sedikit dan bentuknya seperti alat-alat perunggu, sebab kebanyakan alat-alat besi, ditemukan pada zaman sejarah.
Antara zaman neolitikum dan zaman logam telah berkembang kebudayaan megalitikum, yaitu kebudayaan yang menggunakan media batu-batu besar sebagai alatnya, bahkan puncak kebudayaan megalitikum justru pada zaman logam.

Demikian artikel yang dapat disampaikan. Terimakasih sudah berkunjung.

Wassalamualaikum…

Wednesday, 4 January 2017

LAYAR SENTUH PADA SMARTPHONE



Layar Sentuh-(Touchscreen) adalah sebuah layar yang menggunakan teknologi sensor sentuhan, biasanya berlapis di atas sebuah tampilan visual sebagai sistem untuk mengolah informasi, banyak digunakan pada SmartPhone dan komputer tablet.
Touchscreen memberikan masukan melalui sentuhan, gerakan, gesekan atau beberapa sentuhan bersamaan disebut juga multi-touch dengan menggunakan jari atau perangkat seperti pena. Dengan touchscreen pengguna dapat menggunakan sentuhan untuk mengontrol berbagai macam fungsi terhadap apa yang ditampilkan pada layar.
Touchscreen sangat umum digunakan pada perangkat layar komputer, tablet, handphone atau smartphone. Perkembangan dan Popularitas smartphone sebagai perangkat bergerak mendorong permintaan dan penerimaan teknologi layar sentuh.
Pada umumnya layar sentuh yang digunakan pada smartphone atau tablet adalah layar sentuh Resistive dan Capacitive.
Dari kedua jenis layar sentuh tersebut, dapat dijelaskan pengertiannya sebagai berikut.
Apa itu layar sentuh capacitive?
Capacitive touchscreen adalah sebuah tipe layar yang menggunakan kapasitansi alami tubuh manusia sebagai sensor sentuhan. Tubuh manusia mampu menyimpan muatan listrik alami hingga beberapa lusin kilo-volt.
Capacitive Touchsceen pada handphone atau smartphone menggunakan sensor yang beragam, dimana sentuhan manusia mempengaruhi medan elektrostatik pada layar.
Capacitive Touchsceen terdiri dari lapisan yang dilapisi dengan penghantar transparan. Ketika layar kapasitif disentuh, maka akan membuat medan elektrostatik yang diukur sebagai perubahan kapasitansi, kemudian dideteksi dan diproses oleh prosesor yang selanjutnya menginstruksikan sistem operasi untuk memicu suatu tindakan yang sesuai.
Capacitive Touchsceen jauh lebih baik dan lebih responsif terhadap sentuhan jari manusia. Layar Kapasitif lebih baik dari layar resistif, sehingga membuat pengalaman pengguna yang jauh lebih baik. Karena layar sentuh capacitive ini tidak bergantung pada tekanan seperti halnya layar resistive.
Layar Sentuh Kapasitif mendukung beberapa sentuhan bersamaan multi-touch dan teknologi ini digunakan pada sebagian besar smartphone di masa kini.
Layar capacitive memungkinkan layar smartphone diberlakukan tindakan swipe and pinch. Saat ini hampir semua smartphone menggunakan layar capacitive touchscreen, contoh smartphone yang tetap dan bahkan semakin mengembangkan kenyamanan layar sentuhnya antara lain: iphone 6, iphone 7, Samsung galaxy S7, Sony XZ, dan smartphone terbaru lainnya.
  
Apa itu layar sentuh resistive?
Resistive touchscreen (layar sentuh resistive) adalah sebuah tipe layar yang menggunakan tekanan sebagai sensor sentuhan, bisa menggunakan jari, pena, atau benda keras lainnya.
Resistive Touchscreen mengandung dua lapisan bahan konduktif dengan celah yang sangat kecil di antara keduanya. Ketika layar resistif disentuh, maka dua lapisan bertemu di titik sentuhan sehingga membuat semacam sirkuit pada titik sentuh. Titik sentuhan ini diproses oleh prosesor sebagai sensor pemicu untuk mengolah informasi pada sistem, misalnya sistem operasi android.
Layar sentuh resistive memiliki kekurangan diantaranya tidak dapat mendeteksi beberapa sentuhan secara bersamaan (multi-touch) seperti halnya layar capacitive. Layar resistive juga tidak seresponsif layar capacitive.
Layar resistive digunakan pada handphone atau smartphone keluaran awal misalnya: Nokia N97, Sony ericsson satio, Samsung champ, LG Optimus, dan lain sebagainya.
 

Itulah penjelasan mengenai capacitive touchscreen dan resistive touchscreen. Semoga bermanfaat. Terimakasih sudah berkunjung.

Sejarah Perkembangan Teknologi Touch Screen atau Layar Sentuh

Sejarah Perkembangan Teknologi Touch Screen atau Layar Sentuh
        Touch Screen dalam bahasa indonesia yakni Layar Sentuh, adalah sebuah perangkat input komputer yang bekerja dengan suatu sentuhan pada layar ataupun menggunakan pena digital. Touch Screen yang biasa kita temui pada perangkat smartphone, tablet, maupun laptop pada zaman sekarang tidaklah seperti teknologi Touch Screen pada zaman dahulu.
                Untuk mengetahui perkembangannya mari kita simak artikel berikut. Semalat membaca….


Evolusi Touch Screen dari zaman ke zaman
Para sejarawan telah sepakat bahwa penemuan pertama kali pada teknologi touchsreen/layar sentuh adalah E.A. Johnson di Royal Radar Estabilishment, Malvern, Inggris, sekitar pada tahun 1965 - 1967. E.A. Johnson menerbitkan deskrpsi utuh dari teknologi layar sentuh yang diperuntukkan kontrol lalu lintas udara di artikel yang diterbitkan pada tahun 1968.
Awal mula penemuan teknologi layar sentuh dimulai dari ketertarikan pada alat musik Synthesizer yang dibuat oleh Hugh Le Caine. Alat elektronik ini sangat sensitif terhadap sentuhan.
•          Produk layar sentuh pertama adalah Plato IV Touch Screen - karya University of Illinois merupakan bagian system komputer pendidikan di universitas tersebut yang mulai dikembangakan sejak thn 60an. Perangkat ini memiliki panels sentuh infra merah yang memungkiinkan siswa dapat menjawab soal maupun perintah dengan dengan cara menyentuh layar.

  •          Pada Tahun 1984, Casio memperkenalkan Produk barunya dengan teknologi Touch yaitu Casio AT 550 Watch. Permukaannya yang Touch Screen yang melengkapi fasilitas kalkulator dari jam tersebut. Pengguna dapat mengganti jam digital itu menjadi kalkulator dengan hanya menekan tombol di bagian kiri, lalu menggunakan jari untuk menggambar masing masing angka dan pengoprasian matematika.
  •           Pada Tahun 1987 Apple memperkenalkan produk nya yang dinamai Apple Desktop Bus yang terkenal dengan nama ADB ini merupakan system pertama yang memunbgkinkan sesorang untuk terhubung dengan dua perangkt penunjuk yang serupa.
  •           Pada Tahun 1993, IBM dan Telephone Company Bellsouth memekenalkan Simon, sebuah perangkat telpon  (ponsel) yang digambarkan sebagai "mesin nirkabel, pager, dan perangkat pengirim email, jadwal janjian, alamat, kalender, kalkulator dan sketchpad" , dan ponsel ini merupakan pernagkat pertama yang menkombinasikan teknologi layar sentuh dengan telephone.
  •           Pada Tahun 1998, Akademis dari University of Delaware, Wayne Westerman dan John Elias memproduksi Finger Works. FingerWorks merupakan keyboard yang ber operasi lewat gesture dan iGesture Pad, sebuah konsep yang sama dengan konsep Magic Track Pad dari Apple. Akhirnya perusahaan yang memilki logo buah apel tergigit ini membeli FingerWorks pada tahun 2005 dan meletakkan teknologi serta para penemu FingerWorks ini untuk mengerjakan iPhone dan iPad.
  •          Pada Tahun 2003, Tiga orang bersahabat yg berasal dari Bordeaux, membuat layar Multi Touch Screen yang mampu memberi banyak sinyal melalui sentuhan jari, pada tahun 2005, perusahaan Jazz Mutant merilis Lemur, sebuah pengontrol musik dengan layar interfaceLayar Sentuh - Touch Screen


  •           Pada Tahun 2007 adalah awal mula bermunculan smartphone berteknologi Touch Screen seperti halnya Apple yang memiliki smartphone pertama berteknologi Layar Sentuh - Touch Screen yaitu iPhone, iPhone memiliki rancanga yang yang rigkas dan user friendly - bersahabat bagi pengguna, awalnya perangkat ini dikembangkan oleh Krueger.


  •            Pada Tahun 2010, Apple memperkenalkan produk baruya yaitu iPad, iPad dihadirkan dengan teknologi Touch Screen sebagai penunjang berselancar internet, chating, membaca atau mengirim email, dan banyak kegunaan lainnya, dan ini adalah hal yang terpenting bagi perkembangan sistim Layar Sentuh.


Sebuah sistem layar sentuh terdiri atas tiga komponen dasar, yaitu:
·         panel sensor layar sentuh, yang terletak di lapisan luar tampilan dan menimbulkan aliran listrik tertentu tergantung di mana terdapat sentuhan
·         pengontrol layar sentuh, yang melakukan pemrosesan sinyal yang diterima dari panel sensor, kemudian menerjemahkannya ke dalam data sentuhan yang disalurkan kepada prosesor komputer.
•     driver perangkat halus, yang menerjemahkan data menjadi gerakan tetikus, memungkinkan panel sensor untuk berfungsi layaknya tetikus, dan menyediakan antarmuka pada sistem operasi komputer.

demikian artikel yang di bahas. Semoga beranfaat...

terimakasih sudah berkunjung….

Tuesday, 3 January 2017

SEJARAH AWAL MULA DAN PERKEMBANGAN HANDPHONE

Jaman sekarang Telepon genggam atau handphone semakin menjamur seperti halnya dengan laptop atau komputer. Baik dari anak SD sampai dengan kakek-kakek sekarang menggunakan handphone untuk berkomunikasi. Tapi apakah anda tahu siapa penemu telepon genggam atau handphone itu sendiri ?? untuk mengetahui jawabannya mari simak artikel berikut. Selamat membaca…..


Definisi
Telepon genggam atau handphone atauTelepon seluler adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional saluran tetap, bedanya handphone dapat dibawa ke mana-mana (portable/mobile) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel/wireless). Saat ini Indonesia mempunyai dua jaringan telepon nirkabel yaitu sistem GSM (Global System for Mobile Telecommunications) dan sistem CDMA (Code Division Multiple Access). Badan yang mengatur telekomunikasi seluler Indonesia adalah Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI).

Sejarah
Menurut tante wiki indonesia Penemu sistem telepon genggam yang pertama adalah seorang pekerja di pabrikan Motorola pada tanggal 03 April 1973, bernama Martin Cooper. walaupun sering disebut-sebut penemu telepon genggam adalah sebuah tim dari salah satu divisi Motorola (divisi tempat Cooper bekerja) dengan model pertama adalah DynaTAC. Ide yang dicetuskan oleh Cooper adalah sebuah alat komunikasi yang kecil dan mudah dibawa bepergian secara fleksibel.
Cooper bersama timnya menghadapi tantangan bagaimana memasukkan semua material elektronik ke dalam alat yang berukuran kecil tersebut untuk pertama kalinya. Akhirnya sebuah handphone pertama berhasil diselesaikan dengan total bobot seberat dua kilogram. Untuk membuatnya,  Pabrikan Motorola membutuhkan biaya kurang lebih US$1 juta. “Pada tahun 1983, telepon genggam portable berharga US$4 ribu (Rp36 juta) setara dengan US$10 ribu (Rp90 juta).
Setelah berhasil memproduksi telepon genggam, tantangan terbesar berikutnya adalah mengadaptasi infrastruktur untuk mendukung sistem komunikasi telepon genggam tersebut dengan menciptakan sistem jaringan yang hanya membutuhkan 3 MHz spektrum, setara dengan lima channel TV yang tersalur ke seluruh dunia.
Tokoh lain yang diketahui sangat berjasa dalam dunia komunikasi selular adalah Amos Joel Jr yang lahir di Philadelphia, 12 Maret 1918, ia memang diakui dunia sebagai pakar dalam bidang switching. Ia mendapat ijazah bachelor (1940) dan master (1942) dalam teknik elektronik dari MIT. Tidak lama setelah studi, ia memulai kariernya selama 43 tahun (dari Juli 1940-Maret 1983) di Bell Telephone Laboratories, tempat ia menerima lebih dari 70 paten Amerika di bidang telekomunikasi, khususnya di bidang switching. Amos E Joel Jr, membuat sistem penyambung (switching) ponsel dari satu wilayah sel ke wilayah sel yang lain. Switching ini harus bekerja ketika pengguna ponsel bergerak atau berpindah dari satu sel ke sel lain sehingga pembicaraan tidak terputus. Karena penemuan Amos Joel inilah penggunaan ponsel menjadi nyaman.

Perkembangan
  • Generasi awal
Sejarah penemuan telepon seluler tidak lepas dari perkembangan radio. Awal penemuan telepon seluler dimulai pada tahun 1921 ketika Departemen Kepolisian Detroit Michigan mencoba menggunakan telepon mobil satu arah. Kemudian, pada tahun 1928 Kepolisian Detroit mulai menggunakan radio komunikasi satu arah pada semua mobil patroli dengan frekuensi 2MHz.
Pada perkembangan selanjutnya, radio komunikasi berkembang menjadi dua arah dengan ‘’frequency modulated ‘’(FM).
Tahun 1940, Galvin Manufactory Corporation (sekarang Motorola)mengembangkan portable Handie-talkie SCR536, yang berarti sebuah alat komunikasi di medan perang saat perang dunia II. Masa ini merupakan generasi 0 telepon seluler atau 0-G, dimana telepon seluler mulai diperkenalkan.
Setelah mengeluarkan SCR536,kemudian pada tahun 1943 Galvin Manufactory Corporation mengeluarkan kembali partable FM radio dua arah pertama yang diberi nama SCR300 dengan model backpack untuk tentara U.S. Alat ini memiliki berat sekitar 35 pon dan dapat bekerja secara efektif dalam jarak operasi 10 sampai 20 mil.
Sistem telepon seluler 0-G masih menggunakan sebuah sistem radio VHF untuk menghubungkan telepon secara langsung pada PSTNlandline. Kelemahan sistem ini adalah masalah pada jaringan kongesti yang kemudian memunculkan usaha-usaha untuk mengganti sistem ini.
Generasi 0 diakhiri dengan penemuan konsep modern oleh insinyur-insinyur dari Bell Labs pada tahun 1947. Mereka menemukan konsep penggunaan telepon hexagonal sebagai dasar telepon seluler. Namun, konsep ini baru dikembangkan pada 1960-an.
  • Generasi 1
Telepon genggam generasi pertama Saat itu, handphone pertama di dunia disebut sebagai 1G yang masih bersifat analog dan dikenal dengan istilah AMPS, menggunakan frekuensi 825Mhz-894Mhz dan dioperasikan pada Band 800Mhz inilah yang disebut sebagai Handphone Generasi I.
Kelemahannya adalah bentuk yang terlalu besar, sehingga kurang nyaman bila digunakan. Selain itu pergerakan pengguna pun dibatasi agar jaringan dapat tetap terhubung karena teknologi saat itu belum maksimal untuk menjangkau jaringan saat pengguna berpindah tempat.
  •   Generasi 2


Generasi kedua atau 2-G muncul pada sekitar tahun 1990-an. 2G di Amerika sudah menggunakan teknologi CDMA, sedangkan di Eropa menggunakan teknologi GSM. GSM menggunakan frekuensi standar 900 Mhz dan frekuensi 1800 Mhz. Dengan frekuensi tersebut, GSM memiliki kapasitas pelanggan yang lebih besar. Pada generasi 2G sinyal analog sudah diganti dengan sinyal digital. Penggunaan sinyal digital memperlengkapi telepon genggam dengan pesan suara, panggilan tunggu, dan SMS.
Telepon seluler pada generasi ini juga memiliki ukuran yang lebih kecil dan lebih ringan karena penggunaan teknologi chip digital. Ukuran yang lebih kecil juga dikarenakan kebutuhan tenaga baterai yang lebih kecil. Keunggulan dari generasi 2G adalah ukuran dan berat yang lebih kecil serta sinyal radio yang lebih rendah, sehingga mengurangi efek radiasi yang membahayakan pengguna.
  • Generasi 3

Generasi ini disebut juga 3G yang memungkinkan operator jaringan untuk memberi pengguna mereka jangkauan yang lebih luas, termasuk internet sebaik video call berteknologi tinggi. Dalam 3G terdapat 3 standar untuk dunia telekomunikasi yaitu Enhance Datarates for GSM Evolution (EDGE), Wideband-CDMA, dan CDMA 2000. Kelemahan dari generasi 3G ini adalah biaya yang relatif lebih tinggi, dan kurangnya cakupan jaringan karena masih barunya teknologi ini. Tapi yang menarik pada generasi ini adalah mulai dimasukkannya sistem operasi pada ponsel sehingga membuat fitur ponsel semakin lengkap bahkan mendekati fungsi PC. Sistem operasiyang digunakan antara lain Symbian, Android, Blackberry, IOS, dan Windows Mobile
  • Generasi 4
Generasi ini disebut juga Fourth Generation (4G). 4G merupakan sistem ponsel yang menawarkan pendekatan baru dan solusi infrastruktur yang mengintegrasikan teknologi nirkabel yang telah ada termasuk wireless broadband (WiBro), 802.16e, CDMA, wireless LAN, Bluetooth, dan lain-lain. Sistem 4G berdasarkan heterogenitas jaringan IP yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan beragam sistem kapan saja dan di mana saja. 4G juga memberikan penggunanya kecepatan tinggi, volume tinggi, kualitas baik, jangkauan global, dan fleksibilitas untuk menjelajahi berbagai teknologi berbeda. Terakhir, 4G memberikan pelayanan pengiriman data cepat untuk mengakomodasi berbagai aplikasi multimedia seperti, video conferencing,online game, dan lain-lain.

Demikian artikel yang dapat di bagikan, semoga bermanfaat. Terimakasih atas kunjungannya.


Monday, 2 January 2017

Perang Dunia II dan Pengaruhnya Terhadap Indonesia

Assalamualaikum wr.wb.
Disini saya akan membahas materi Ilmu Pengetahuan Sosial tentang Pendudukan Jepang di Indonesia yang terjadi pada tahun 1942-1945.
Selamat membaca…..



Perang Dunia II

1. Lahirnya Negara-negara Fasis
Kondisi di negara Eropa menjelang PD II mirip degan kondisi saat menjelang PD I. Di sana terjadi ketegangan dan keinginan untuk membalas dendam, terutama untuk negara yang kalah perang. Negara-negara tersebut merasa dirugikan atas perjanjian-perjanjian yang dibuat oleh pihak Sekutu. Secara umum, merka yang ikut perang mengalami kehancuran ekonomi, sehingga mereka mencoba bangkit degan cara yang diktator dan mengembangkan paham ultranasionalisme. Paham ultranasionalisme itu yang akhirnya melahirkan negara-negara fasis. Negara fasis yang muncul yaitu Jerman, Italia, dan Jepang.

a. Fasisme di Jerman
Pada masa PD I Negara Jerman menderita kekalahan dan penderitaan yang hebat. Tetapi, negara jerman di bawah kepemimpinan Adolf Hittler melalui Partai Nazi mulai bangkit. Negara Jerman menganut paham Chauvinisme yaitu suatu paham yang menganggap bahwa dirinya lebih unggul dari ras lainnya. Selain itu jerman juga menganut totaliterisme yaitu suatu paham yang melaksanakan prinsip bahwa semua diutus oleh negara dan rakyat tidak mempunyai kebebasan.

Langkah-langkah yang dilakukan oleh Hittler untuk merealisasikan kejayaan Jerman antara lain:
  • Menolak isi Perjanjian Versailes.
  • Membentuk polisi rahasia yang disebut Gestapo.
  • Membangun angkatan perang yang kuat.
  • Mengobarkan semangat anti-Yahudi dengan membunuh dan mengusir orang-orang Yahudi.
  • Membangun hubungan kerja sama politik dan militer dengan Jepang dan Italia (Poros Roberto).
Kemudian dalam perkembangannnya Jerman mulai melakukan politik Lebensraum (ruang untuk hidup). dalam plitik ini gagasan perluasan wilayah yaitu lewat perang. Misalnya dengan menduduki Austria dan Cekoslovakia.

b . Fasisme di Jepang
Di Negara Jepang, fasisme tidak terlepas dari Restorasi Meiji yang mana Jepang berkembang menjadi negara industri yang kuat. dengan kondisi tersebut membuat Jepang menjadi negara imperialis. Jepang menjadi negara fasis dan menganut Hakko I Chiu. Fasisme di Jepang dipelopori oleh Perdana Menteri Tanaka, masa pemerintahan Kaisar Hirohito dan dikembangkan oleh Perdana Menteri Hideki Tojo.
Langkah-langkah yang diambil Kaisar Hirohito sebagai negara fasis antara lain:
  • Melakukan perluasan wilayah ke negara-negara terdekat seperti Korea, Manchuria, dan Cina.
  • Mengenalkan ajaran shinto Hakko I Chiu yaitu dunia sebagai satu keluarga yang dipimpin oleh Jepang.
  • Mengagungkan semangat bushido.
  • Menyingkirkan tokoh-tokoh politik yang anti militer.
  • Memodernisasi angkatan perang.
c . Fasisme di Italia
Negar Italia merupakan salah satu negara pemenang dalam PD I. Namun Italia merasa kecewa karena tuntutannya di dalam Perjanjian Versailes tidak terpenuhi. Negara Italia mulai bangkit di bawah pimpinan Benito Mussolini dan menjadi negara fasis.

Langkah-langkah yang dilakukan oleh Benito Mussolini dalam rangka pengembaganfasisme di Italia antara lain:
  • Mengobarkan semangat Italia Irredenta untuk mempersatukan seluruh bangsa Italia.
  • Memperkuat angkatan perang.
  • Menduduki Ethiopia dan Albania.
  • Menguasai seluruh Laut Tengah sebagai Mare Nostrum atau Laut Kita.
Seiring dengan berkembangnya negara-negara fasis menjadikan kondisi politik di wilayah Eropa menjadi memanas dan mendorong terjadinya Perang Dunia II.

Latar Belakang Perang Dunia II

Hal-hal yang menjadi penyebab Perang Dunia II dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu yang bersifat umum dan khusus.

a.     Sebab Umum
Ada beberapa  penyebab umum yang menjadi penyebab terjadinya Perang Dunia II diantaranya yaitu:
1. Kegagalan Liga Bangsa-bangsa menciptakan perdamaian dunia. Justru LBB menjadi alat politik negara besar untuk mencari keuntungan sendiri.
2. Negara-negara maju memperkuat militer dan persenjataan karena saling curiga dan tidak percaya terhadap LBB.
3. Adanya politik aliansi, kekhawatiran akan terjadinya perang, maka negara-negara mencari kawan dan sehingga terbagi menjadi:

  1. Blok Fasis (Jepang, Jerman, Italia), 
  2. Blok Sekutu, terdiri atas:
  • Blok demokrasi yaitu Amerika Serikat, Perancis, Belanda Inggris
  • Blok komunis yaitu Rusia, Cekoslovakia, Hongaria, Rumania, Bulgaria, Polandia, Yugoslavia
3.    Adanya pertentangan akibat ekspansi.
4.    Adanya pertentangan faham fasisme, demokrasi, dan komunisme
5.    Adanya politik balas.

b . Sebab Khusus
Sebab khusus PD II terjadi di 2 zona yaitu kawasan Eropa dan kawasan Asia Pasifik. Di bawah ini merupakan sebab-sebab khusus terjadinya Perang Dunia II.
  1. Di kawasan Asia Pasifik, penyerbuan Jepang terhadap pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour tanggal 7 Desember 1941.
  2. Di kawasan Eropa, serangan kilat (blitzkrieg) yang dilakukan Jerman atas Polandia pada tanggal 1 September 1939. Alasan penyerangan itu untuk merebut kembali kota Danzig (penduduknya bangsa Jerman). dalam waktu singkat sebagian besar Polandia dikuasai Jerman.
Uni Soviet yang merasa keamanannya terancam, segera menyerbu Polandia dari arah Timur. Pada tanggal 3 September 1939 Inggris dan Prancis menyatakan perang terhadap Jerman. dalam perkembangannya melibatkan banyak negara.


Jalannya Perang Dunia II
Perang Dunia II dapat dikatakan sebagai ajang balas dendam bagi negara yang kalah dalam PD I. Negara-negara yang terlibat dalam Perang Dunia II tidak jauh berbeda dengan Perang Dunia I. Negara-negara yang terlibat PD II terbagi menjadi 2 Blok yaitu blok Sentral dan blok Sekutu, diantaranya:
  • Blok Sentral : Jerman, Italia, Jepang, Austria, Rumania, dan Finlandia.
  • Blok Sekutu : Inggris, Prancis, Rusia, RRC, Amerika Serikat, Austria, dan Polandia.
Secara umum PD II dibagi dalam 3 tahapan berikut:
  • Tahapan pertama, blok Sentral melakukan ofensif dengan taktik serangan kilat.
  • Tahapan kedua, merupakan titik balik. Blok Sentral bersifat defensif (bertahan) sedangkan blok Sekutu lebih banyak melakukan serangan.
  • Tahapan ketiga, blok Sekutu mulai mencapai kemenangan.
Awal-awalnya Amerika Serikat mempunyai sikap yang netral. Namun setelah terjadi peristiwa Pearl Harbour tanggal 7 Desember 1941, maka AS menyatakan perang terhadap Jepang. Kemudian Sekutu membentuk komando gabungan yang dipimpin Jenderal Dwight Eisenhower. Maka pada tanggal 6 Juni 1944 terjadilah pertempuran antara Sekutu dan Jerman di Normandia. Negara Jerman bisa dipukul mundur. Sementara itu, wilayah Asia Pasifk membentuk pertempuran sendiri. Negara Jepang berhasil menguasai Filipina, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Birma. Bahkan pada tanggal 27 Februari 1942 pertahanan Sukutu di Jawa dapat direbut Jepang. Peta kekuatan mengalami perubahan setelah terjadi pertempuran di Laut Karang. Pasukan Sekutu yang dipimpin Jenderal Douglas Mac Arthur dengan Laksamana Chester W. Nimit menyerbu Jepang sampai Pulau Okinawa.

Akhir Perang Dunia II
Pada bulan Mei 1942, suatu serangan terhadap Australia terhenti dalam pertempuran di Laut Koral. Serangan serupa terhadap Hawai terhenti di Midway pada bulan Juni 1942. Pada bulan Agustus 1942 pasukan Amerika Serikat mendarat di Guadalkanal (Kepulauan Solomon) dan bulan Februari 1943 pihak Jepang telah dipukul mundur. Pada bulan Februari 1944 pasukan Amerika Serikat berhasil mengusir Jepang dari Kwayalein, di Kepulauan Marshall, dan Saipan di Kepulauan Mariana. Pada tanggal 6 Agustus 1945 Sekutu menjatuhkan bom atom di kota Hiroshima dan kota Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945. Akhirnya Jepang menyerah dan menandatangai perjanjian di atas kapal USS Missouri tanggal 2 September 1945 di Teluk Tokyo.

Blok Sentral menyerah kepada Sekutu pada bulan Mei 1945. Di bawah ini faktor penyebab kekalahan Blok Sentral terhadap Sekutu di PD II.
  • Blok Sentral tidak ditunjang oleh sumber-sumber kekayaan alam yang mencukupi kebutuhan perang.
  • Sekutu memiliki daerah jajahan yang dapat menunjang kebutuhan perang.
  • Blok Sekutu memiliki keunggulan teknologi persenjataan daripada Blok Sentral.
  • Jumlah anggota kelompok Sekutu lebih banyak. Masuknya Rusia ke dalam blok Sekutu memperkuat blok tersebut.
Dampak atau Akibat Perang Dunia II

Perang Dunia II memberikan dampak yang luas dalam berbagai aspek kehidupan. Berikut ini dampak PD II dalam berbagai bidang.

Dampak PD II dalam Bidang Politik
  • Memunculkan 2 kekuatan besar dunia yaitu Amerika Serikat yang berideologi demokrasi liberalnya (liberalisme), dan Uni Soviet yang berideologi komunis.
  • Terjadi perebutan hegemoni di antara kedua ideologi yang berbeda berakibat munculnya perang dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Perang dingin tersebut sekarang telah berakhir tahun 1991 saat Uni Soviet terpecah menjadi Commonwealth of Independent State (CIS). Pada masa perang dingin ini kedua kekuatan mencoba mempengaruhi negara-negara sepaham untuk membentuk aliansi (persekutuan), seperti North Atlantic Treaty Organization (NATO), yaitu fakta pertahanan Amerika Serikat bersama negara-negara Eropa Barat. Adapun aliansi bentukan Uni Soviet adalah Pakta Warsawa, yaitu pertahanan Uni Soviet bersama negara- negara Eropa Timur.
  • Balance of Power Policy mengakibatkan munculnya politik aliansi yang berdasarkan atas kemauan bersama (Collective Security) misalnya adanya METO (middle eastern treaty organiszation) dan SEATO (south east asian treaty organization)
  • Berakhirnya Perang Dunia II membawa dampak jatuhnya imperialis yang membawa dampak menguatnya semangat nasionalisme di wilayah Asia dan Afrika untuk melepaskan diri dari penjajahan negara Asing. Misalnya muncul negara-negara baru seperti Indonesia, Filipina, India, Pakistan dan Srilanka. Di Afrika misalnya muncul Mesir dan Aljazair.
Dampak PD II dalam Bidang Ekonomi

Setelah berakhirnya Perang Dunia II, kondisi di Eropa sangat kacau, sehingga terjadi kesengsaraan dan penderitaan. Amerika Serikat muncul sebagai kreditor bagi seluruh dunia, terutama Eropa. Amerika Serikat sadar bahwa Wilayah Eropa yang rusak akan mudah dikuasai oleh pihak komunis, sehingga harus dibantu. dengan demikian muncul lembaga donatur antara lain:
  • Thruman Doctrin (1947), lembaga ini membantu pertumbuhan ekonomi Yunani dan Turki
  • Marshall Plan (1947), lembaga ini memberi bantuan ekonomi dan militer untuk membangun kembali ekonomi atas rencana yang terlebih dahulu dibuat oleh negara-negara Eropa dan disetujui oleh Amerika Serikat.
  • Point Four Thruman, lembaga ini memberikan bantuan kepada negara-negara yang masih terbelakang di Asia dalam bentuk bantuan ekonomi dan militer (Mutual Security Act=MSA)
Dampak PD II dalam Bidang Sosial

Reaksi yang muncul dalam bentuk kerja sama bangsa-bangsa di dunia, salah satunya dengan berlatar belakang dari akibat perang mendorong mereka mendirikan United Nation Relief Rehabilitation Administration (UNRRA) dengan membantu masyarakat yang menderita dalam bentuk
  • Memberi makan terhadap orang-orang terlantar
  • Mengurus pengungsi-pengungsi dan menyatukan anggota keluarga yang terpisah akibat perang
  • Membangun rumah sakit dan balai pengobatan
  • Mengerjakan kembali tanah-tanah yang rusak
Dari kesengsaraan yang kepanjangan membuat manusia ingin mewujudkan perdamaian abadi yaitu dengan membentuk lembaga internasional yang berwibawa dalam melakukan perdamaian, yaitu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1945. Para pelopor pendiri PBB antara lain Franklin Delano Roosevelt (AS), Winston Churchill (Inggris) dan Josef Stalin (Uni Soviet).

Pengaruh Perang Dunia II bagi Indonesia
Keterlibatan Indonesia dalam perang dunia II diawali dengan pendudukan Jepang pada tahun 1942. Sebagian wilayah Indonesia sebagai medan perang antara militer Jepang dan militer Sekutu. Secara langsung maupun tak langsung Indonesia merasakan dampak dari terjadinya perang dunia II. Dampak secara langsung yaitu terjadinya kerusakan yang serius pada daerah yang dijadikan medan perang. Rakyat Indonesia banyak mengalami kerugian jiwa dan harta benda, serta mengalami trauma akibat terjadinya perang. Dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia. Pelatihan militer bagi pemuda-pemuda Indonesia. Secara tidak langsung semangat nasionalisme Jepang mengilhami perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Pengaruh  positif dan negatif perang dunia II terhadap Indonesia dapat diperinci sebagai berikut:
Dampak Positif
a.       Pertama
            Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Kalahnya Jepang terhadap militer sekutu membawa dampak wilayah Indonesia sebagai wilayah yang "tak bertuan". Hal ini karena militer Jepang yang berada di wilayah Indonesia tak mempunyai otoritas lagi, sedangkan militer sekutu yang akan menggantikan militer Jepang belum mengambil alih posisi Jepang. Kondisi vacuum of power dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pendiri negara untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Militer Jepang juga mempunyai apresiasi yang tinggi terhadap kemerdekaan Indonesia lewat dibentuknya PPKI. Bahkan laksamana Maeda menyediakan rumahnya untuk merancang dan penandatanganan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Walaupun begitu kemerdekaan Indonesia bukan merupakan pemberian pemerintah Jepang tapi hasil perjuangan seluruh rakyat Indonesia.

b. Kedua
            Pelatihan militer untuk pemuda-pemuda Indonesia. Pada tanggal 3 Oktober 1943 pemerintah pendudukan Jepang mendirikan Giyugunatau PETA (Pembela Tanah Air), sebelumnya telah dibentuk Heiho. Anggota PETA banyak dikirim ke medan perang di Pasifik untuk menghadapi militer Amerika Serikat. Pada pertengahan tahun 1945 jumlah anggota PETA sebanyak 120.000 orang. Organisasi PETA yang didirikan oleh Jepang merupakan cikal bakal dari Tentara Nasional Indonesia (TNI). Banyak pendiri TNI yang berasal dari didikan PETA, antara lain Jenderal Sudirman dan Jenderal Suharto (presiden RI ke-2).

c. Ketiga
 Peninggalan peralatan militer dan infrastruktur perang yang digunakan oleh Jepang dapat digunakan sebagai modal untuk mempertahankan kemerdekaan. Setelah Jepang menyerah terhadap sekutu, banyak tangsi-tangsi dan peralatan militer Jepang yang dikuasai oleh pejuang Indonesia.

Dampak Negatif

a. Pertama
 Romusha, pengerahan tenaga kerja secara paksa dengan kondisi yang sangat menyedihkan untuk membangun infrastruktur perang Jepang. Kebanyakan romusha berasal dari pulau Jawa dan dikirim ke Birma. Karena kondisinya yang sangat buruk banyak diantara romusha yang meninggal dunia dan tidak dapat kembali ke kampung halamannya.


b. Kedua
 Banyak militer Jepang yang mengambil secara paksa makanan, pakaian, dan perbekalan lainnya dari rakyat Indonesia secara paksa dan tanpa kompensasi. Padahal dalam kondisi perang saat itu, rakyat Indonesia banyak yang kelaparan dan menderita. Ketiga; Terjadinya perbudakan wanita (yugun ianfu). Banyak wanita muda Indonesia yang digunakan sebagai wanita penghibur bagi militer Jepang. Keempat; Eksploitasi sumber daya alam untuk kepentingan perang Jepang. Dalam menghadapi perang dunia II Jepang membutuhkan banyak minyak dan gas bumi untuk menggerakan semua peralatan perangya.
Walaupun PD II memberikan dampak Positif terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia, tetapi kita harus tetap mengutuk terjadinya perang karena membawa korban baik harta benda maupun jiwa.

Latar Belakang dan Proses Pendudukan Jepang (1942 - 1945)

Era pendudukan Jepang adalah waktu yang penting dalam sejarah dari bangsa Indonesia. Pendudukan dari Jepang di Indonesia adalah ditujukan untuk mewujudkan Persemakmuran Bersama Asia Timur Raya. dalam rangka mewujudkan cita-cita tersebut, maka Jepang menyerbu pangkalan Angkatan Laut di Pearl Harbour, Hawai. Penyerangan tersebut terjadi pada tanggal 7 Desember 1941. Gerakan invasi militer Jepang cepat merambah ke kawasan Asia Tenggara. Pada bulan Januari-Februari 1942, Jepang menduduki Filipina, Tarakan (Kalimantan Timur), Balikpapan, Pontianak, dan Samarinda. Pada bulan Februari 1942 Jepang berhasil menguasai Palembang. Sebagai cara untuk menghadapi Jepang, mak Sekutu membentuk Komando gabungan. Komando itu bernama ABDACOM (American British Dutch Australian Command). Pemimpin ABDACOM bernama Jenderal Sir Archibald Wavell dan berpusat di Bandung. Pada tanggal 1 Maret 1942 Jepang berhasil mendarat di Jawa yaitu Teluk Banten, di Eretan (Jawa Barat), dan di Kragan (Jawa Timur). Pada tanggal 5 Maret 1942 kota Batavia jatuh ke tangan Jepang. Akhirnya pada tanggal 8 Maret 1942 Belanda secara resmi menyerah kepada Jepang.

Upacara penyerahan kekuasaan dilakukan pada tanggal 8 Maret 1942 di Kalijati, Subang, Jawa Barat. dalam upacara tersebut Sekutu diwakili oleh Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh dan Jenderal Ter Poorten, sedang Jepang diwakili oleh Jenderal Hitoshi Imamura. dengan adanya peristiwa penyerahan tersebut maka secara otomatis Indonesia mulai dijajah oleh Jepang.

Kebijakan Jepang terhadap rakyat Indonesia pada prinsipnya diprioritaskan pada dua hal, yaitu:
  • menghapus pengaruh-pengaruh Barat di kalangan rakyat Indonesia, dan
  • memobilisasi rakyat Indonesia demi kemenangan Jepang dalam Perang Asia Timur Raya.
Politik imperialisme Jepang di Indonesia berorientasi pada eksploitasi sumber daya alam dan manusia. Jepang melakukan eksploitasi sampai tingkat pedesaan. dengan berbagai cara, Jepang menguras kekayaan alam dan tenaga rakyat melalui janji-janji maupun kekerasan.

C. Pemerintahan pada Zaman Pendudukan Jepang

Era pendudukan Jepang berbeda dengan era pendudukan Belanda. Saat penjajahan Belanda pemerintahan dipegang oleh pemerintahan sipil. Sedangkan pada masa Jepang dipimpin oleh militer. dalam menjalankan pemerintahannya, Indonesia dibagi dalam tiga wilayah kekuasaan militer.
  • Wilayah I, meliputi Pulau Jawa dan Madura diperintah oleh Tentara keenambelas dengan pusatnya di Batavia (Jakarta).
  • Wilayah II meliputi daerah Pulau Sumatra, diperintah oleh tentara keduapuluh lima dengan pusatnya di Bukittinggi.
  • Wilayah III meliputi Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Timor, Maluku diperintah oleh Armada Selatan Kedua dan berkedudukan di Makassar (Ujungpandang).
Berikut ini berbagai kebijakan pemerintah pendudukan Jepang di Indonesia.

1. Bidang Politik
Pada masa awal pendudukan, Jepang menyebarkan propaganda yang menarik. Sikap Jepang pada awalnya menunjukkan kelunakan, misalnya:
  • mengizinkan bendera Merah Putih dikibarkan di samping bendera Jepang,
  • melarang penggunaan bahasa Belanda,
  • mengizinkan penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, dan
  • mengizinkan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Kebijakan Jepang tersebut ternyata tidak berjalan lama karena Jenderal Imamura mengubah semua kebijakannya. Kegiatan politik dilarang dan semua organisasi politik yang ada dibubarkan dan untuk gantinya maka Jepang membentuk organisasi-organisasi baru yang berorientasi untuk kepentingan Jepang itu sendiri. Organisasi-organisasi yang didirikan Jepang antara lain Gerakan Tiga A, Putera, dan Jawa Hokokai.

a. Gerakan Tiga A
Gerakan Tiga A dibentuk pada bulan Maret 1942 dan diketuai oleh Mr. Syamsuddin. Gerakan Tiga A terdiri dari Nippon Cahaya Asia, Nippon Pelindung Asia, dan Nippon Pemimpin Asia. Tujuan gerakan ini adalah untuk menghimpun potensi bangsa guna kemakmuran bersama. Ternyata Gerakan Tiga A tidak berumur lama karena dirasa kurang efektif oleh Jepang sehingga dibubarkan, sebagai gantinya dibentuk Putera (Pusat Tenaga Rakyat).

b . Jawa Hokokai (Himpunan Kebaktian Jawa)
Pada bulan Maret 1944 pemerintah Jepang membentuk Jawa Hokokai. Jawa Hokokai dinyatakan sebagai organisasi resmi pemerintah sehingga pucuk kepemimpinan langsung dipegang oleh Gunseikan. Himpunan ini mempunyai tiga dasar yaitu mengorbankan diri, mempertebal persaudaraan, dan melaksanakan sesuatu dengan bukti. Jawa Hokokai mempunyai tugas antara lain mengerahkan rakyat untuk mengumpulkan padi, besi tua, pajak, dan menanam jarak sebagai bahan baku pelumas untuk Jepang. Pada tanggal 5 September 1943 membentuk Cuo Sangi In (Badan Pertimbangan) atas anjuran Perdana Menteri Hideki Tojo. Ketua Cuo Sangi In dipegang oleh Ir. Soekarno. Tugas badan ini adalah mengajukan usul kepada pemerintah serta menjawab pertanyaan pemerintah mengenai tindakan yang perlu dilakukan oleh pemerintah militer.

c . Pusat Tenaga Rakyat (Putera)
Pada tanggal 1 Maret 1943 Jepang membentuk Putera, di mana gerakan ini dipimpin oleh tokoh empat serangkai yaitu Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan K.H. Mas Mansyur. Bagi para pemimpin Indonesia, Putera bertujuan untuk membangun dan menghidupkan segala apa yang dirobohkan oleh imperialis Belanda. Sedangkan bagi Jepang, Putera bertujuan untuk memusatkan segala potensi masyarakat Indonesia dalam rangka membantu usaha perangnya. Putera lebih bermanfaat bagi bangsa Indonesia daripada bagi Jepang. Putera lebih mengarahkan perhatian rakyat kepada kemerdekaan daripada kepada usaha perang pihak Jepang. Selanjutnya Jepang membentuk Jawa Hokokai (Himpunan Kebaktian Jawa).

2. Bidang Budaya
Pada era pendudukan Jepang, bahasa Indonesia diizinkan dipakai dalam komunikasi, dan sebaliknya, bahasa Belanda tidak boleh dipakai. Papan nama dalam toko, rumah makan, atau perusahaan yang berbahasa Belanda diganti dengan bahasa Indonesia atau bahasa Jepang. Surat kabar dan film yang berbahasa Belanda dilarang beredar.

3. Bidang Ekonomi
Di awal pendudukan Jepang, kondisi ekonomi Indonesia mengalami kelumpuhan obyek-obyek vital seperti pertambangan dan industri dibumihanguskan oleh Sekutu. dalam rangka menormalisasi keadaan, maka Jepang banyak melakukan kegiatan produksi. Segala kegiatan ekonomi ditujukan dalam rangka memenuhi kebutuhan perang. Sebagai contoh dengan membangun pabrik senjata dan mewajibkan rakyat menanam pohon jarak. Oleh karenanya Jepang menerapkan sistem autarki yang mana sistem autarki adalah tiap-tiap daerah diharapkan dapat memenuhi kebutuhannya sendiri. dalam rangka membangun fasilitas perang, maka Jepang membutuhkan banyak tenaga kasar yang dipakai untuk kerja paksa dikenal dengan sebutan romusha. Kehidupan romusha sangat mengenaskan karena keadaan mereka hidup menderita, miskin, kelaparan, dan tidak jarang terjadi kematian. Tidak hanya dengan romusha, bangsa Jepang juga mengeksploitasi sumber daya alam terutama batu bara dan minyak bumi.

4 . Bidang Militer
Untuk memperkuat kedudukan dalam Perang Pasifik, maka Jepang memobilisasi pemuda-pemuda untuk dibina dalam latihan militer. untuk itu Jepang membentuk organisasi-organisasi semi militer dan organisasi militer.
5. Bidang Sosial
Pada era penjajahan Jepang banyak rakyat Indonesia yang dipaksa menjadi romusha tanpa menerima upah dan makanan namun harus bekerja keras. Maka akibatnya banyak romusha yang meninggal dan terjangkit wabah penyakit. Sebab kemelaratan yang dialami para romusha, maka muncul golongan baru yang disebut golongan kere/ gembel.

Pada penjajahan Jepang terjadi pengaturan sistem stratifikasi sosial dalam masyarakat yang terdiri dari:
  • Golongan teratas yaitu golongan Jepang.
  • Golongan kedua yaitu golongan pribumi.
  • Golongan ketiga yaitu golongan Timur Asing.
Perlawanan terhadap Jepang
Pada masa pendudukan Jepang, kehidupan rakyat sangat menderita. Hal ini disebabkan rakyat dipaksa menjadi romusha dan dibebani kewajiban menyerahkan hasil panennya. Penderitaan yang dialami rakyat menyebabkan munculnya rasa benci terhadap Jepang. Kebencian itu diperparah dengan kewajiban untuk melakukan Seikerei ke arah Tokyo yang tidak dapat diterima. Akibatnya terjadi perlawanan rakyat Indonesia terhadap kekejaman tentara Jepang.

Perlawanan rakyat yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia menunjukkan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia bukanlah hadiah dari pemerintah Jepang. Kemerdekaan Indonesia diperjuangkan, dan kemudian dipertahankan oleh bangsa Indonesia sendiri.
Strategi Pergerakan Masa Pendudukan Jepang
Dalam menghadapi penjajahan Jepang, para pejuang memiliki strategi yang tidak sama. Terdapat 2 macam golongan yaitu golongan kooperatif dan nonkooperatif. Golongan kooperatif bersedia kerja sama dengan Jepang. Mereka duduk dalam organisasi bentukan Jepang. Sedang golongan nonkooperatif adalah golongan yang tidak mau bekerja sama dengan Jepang, mereka membentuk organisasi bawah tanah.

Perjuangan yang bersifat kooperatif dilakukan oleh para pemimpin bangsa. Mereka bersedia bekerja sama dengan Jepang. Perjuangan yang kooperatif dilakukan dengan bergabung dalam organisasi-organisasi bentukan Jepang misalnya dalam Putera, Jawa Hokokai, Gerakan Tiga A, dan Cuo Sangi In. Di samping itu juga duduk dalam badan-badan pemerintahan Jepang.

Berbagai Perubahan Akibat Pendudukan Jepang
Dengan adanya Pendudukan Jepang di Indonesi telah mengakibatkan berbagai perubahan pada masyarakat pedesaan Indonesia, khususnya Jawa. kebijakan-kebijakan Jepang mengakibatkan terjadinya berbagai perubahan dalam kehidupan masyarakat. Berikut ini beberapa perubahan yang terjadi akibat pendudukan Jepang di Indonesia.

1. Aspek Sosial Ekonomi
Pada masa Jepang, juga diberlakukan politik penyerahan padi secara paksa. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi para tentara. Akibat penyerahan padi itu antara lain angka kematian meningkat, tingkat kesehatan masyarakat menurun, kelangkaan bahan pangan, dan kesejahteraan sosial sangat buruk. Mobilitas sosial masyarakat cukup tinggi. Golongan pemuda, pelajar, dan tokoh masyarakat mengalami peningkatan status sosial. Hal ini disebabkan mereka bergabung dalam organisasi bentukan Jepang. Selain itu juga duduk dalam pemerintahan.

2. Aspek Mentalitas Masyarakat
Pulau Jawa memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak. Melihat hal tersebut, Jepang memanfaatkannya sebagai tenaga kerja. Masyarakat pedesaan dipaksa menjadi romusha. Para romusha harus membuat pabrik senjata, benteng pertahanan, dan jalan. Mereka tidak hanya bekerja di Indonesia tetapi juga dikirim ke luar negeri. Para romusha sangat menderita dan tidak dapat upah dan makanan. Mereka masih menerima perlakuan yang kejam dari Jepang. Hal ini menimbulkan ketakutan pada masyarakat yang harus menyerahkan warganya untuk menjadi romusha.

3 . Aspek Politik Pemerintahan
Dalam bidang pemerintah terjadi perubahan dari pemerintahan sipil ke pemerintahan militer, jabatan Gubernur Jenderal diganti dengan Panglima Tentara Jepang. untuk memperlancar proses eksploitasi di pedesaan dan mengontrol rakyat, Jepang membentuk tonarigumi (Rukun Tetangga). Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengawasan terhadap penduduk.Akibat dibentuknya tonarigumi, peran dan fungsi lembaga politik tradisional memudar.
.
.
.
Mungkin itu materi yang dapat di sampaikan tentang Perang Dunia II dan Pengarunya Terhadap Indonesia . Semoga dapat bermanfaat.
Terimakasih atas kunjungannya.
Wassalamualaikum wr.wb.